Usaha Pembuatan Briket Arang dan Tungku

posted in: Berita | 0

4_Usaha Pembuatan Briket dan Tungku

Latar belakang

Masyarakat merupakan pelaku utama dalam kegiatan PNPM LMP.  Sering kali kurang disadari bahwa potensi yang ada di daerahnya merupakan modal dasar untuk peningkatan kesejahteraan.  Salah satunya tempurung kelapa yang dapat dijadikan peluang pemanfaatan energi terbarukan salah satu solusi kelangkaan energi yang bersumber dari fosil.

Untuk itu, CSO melakukan analisis terkait dengan kegiatan pemanfaatan tempurung menjadi briket arang dan pemanfaatan tungku hemat energi yang didanai oleh PNPM LMP.  Sasaran kegiatan ini adalah lokasi PNPM LMP di Sulawesi Utara yang telah mengembangkan briket arang tempurung dan tungku

Penghitungan biaya produksi

Dalam usaha pembuatan Briket Arang dan Tungku, hal-hal yang perlu di siapkan yaitu:

  1. Peralatan untuk membantu proses pembuatan Briket dan Tungku meliputi : mesin penghancur arang  sebanyak 1 unit; mesin penggiling tanah sebanyak 1 unit; Wadah pengolah briket (drum); tempat penjemur briket (seng) 2 buah; timbangan gantung 1 buah.
  2. Bahan baku untuk membuat Briket dan Tungku meliputi ; arang tempurung 400 kg; tepung tapioka  2 sak (25 kg/sak); kemasan briket 400 bua; tanah liat untuk membuat tungku 50 gumpal
  3. Bahan bakar untuk mengoperasikan alat atau mesin pembuat briket dan tungku meliputi : solar  10 liter dan olie untuk mesin 2 unit.
  4. Transportasi Penjualan Tungku dan Arang

Total biaya produksi : Rp. 19.465.000

Bagaimana Kalkulasi Penjualan & Keuntungannya?

 Kalkukasi dengan memperhitungkan penjualan dan keuntungan yang didapat sebagai berikut :

  • Penjualan Briket  Arang sebanyak  400 kg = Rp.   4.000.000,-.  Penjualan Tungku  sebanyak 100 buah tungku = Rp.   5.000,000,-. Total Pemasukan  dari hasil penjualan Briket dan Tungku       Rp.   9.000.000,-  Jika Produksi Briket Arang dan Tungku setiap 3 bulan, berarti dalam setahun Total pendapatan  4 x Rp. 9.000.000,-  = Rp. 36.000.000,-
  • Keuntungan yang di dapatkan dalam usaha Briket Arang dan Tungku dalam setahun adalah :

K = TM – TK

K = Rp. 36.000.000 – Rp. 19.465.000,- =    Rp. 16.535.000,-

  • Dalam usaha Pembuatan Briket Arang dan Tungku,  Modal keseluruhan akan kembali pada Periode ke 3, atau pada hasil penjualan pada produksi yang ke 3. Jika Produksi  dilakukan setiap bulan, pada bulan ke 3 akan mencapai break event point, dan jika produksi dilakukan setiap 3 bulan sekali, pada bulan ke -10, modal yang digunakan dalam usaha kegiatan tersebut akan kembali.
  • Keuntungan rata-rata produksi tungku  1 gumpal tanah liat seharga Rp.15.000 akan menghasilkan tungku briket 2 buah masing-masing Rp. 50.000,- per tungku. Jadi 2bh  tungku x Rp.50.000,- = Rp.100.000,-
  • Keuntungan pergumpal tanah liat adalah Rp.100.000 – Rp. 15.000  = Rp. 85.000,- Jika kita produksi tungku perhari 20 bh, keuntungan yang akan kita dapat Rp. 850.000 per hari.
  • Jika produksi dilakukan per minggu, keuntungan yang akan di dapat dalam per bulan : 4 X Rp. 850.000 = Rp. 3.400.000 per bulan. Setahun keuntungan yang akan di dapat berjumlah  Rp. 40.800,000,- per tahun.
  • Keuntungan rata-rata produksi briket arang 1 kg arang tempung  Rp. 2.500, 1 kg tepung tapioka  Rp.7.000.  Dalam memproduksi  briket arang seberat  16 kg membutuhkan biaya: 15 kg arang tempurung X Rp.2500 = Rp. 37.500.     1 kg tepung tapioka X 7.000 = Rp.  7.000.  sehingga total biaya untuk memproduksi briket arang  seberat 16 kg adalah : Rp. 42.500,-
  • Total hasil penjualan 16kg briket arang adalah : Rp. 160.000.  Total Keuntungan dari produksi 16 kg briket arang adalah : Rp. 160.000 – 42.500  = Rp. 117.500,-.  Jika kita memproduksi briket arang sebanyak  160kg per hari.  Keuntungan yang akan kita dapatkan adalah 10 X 117.500 = Rp. 1.117.500.  Jika per minggu 2 kali produksi, keuntungan per minggu adalah 2 x Rp. 1.117.500 = Rp. 2.235.000 per minggu.  Keuntungan per bulan dalam usaha briket adalah 4 x 2.235.000 = Rp. 4. 470.000,-.

Keuntungan Usaha Briket Arang & Tungku

Dari pengeluaran untuk piaya produksi dan penjualan yang ada dapat dihitung total keuntungan pertahun untuk usaha produksi briket arang adalah 12 x Rp. 4.470.000 = Rp. 48.940.000,-.  Dengan melihat proses dan keuntungan usaha briket arang dan tungku hemat energy, diharapkan mampu memberikan alternative ekonomi dari pemanfaatan energi terbarukan disekitar kita.

Leave a Reply